MeliaPropolisAsli

Enam personil Mabes Polri yang dipimpin Ajun Komisaris Suprapto, Sabtu (29/6/2013) dini hari menggerebek pabrik pembuatan Propolis palsu di Gang Akur No. 11, RT 3 /RW 9, Kel. Cihaurgeulis, Kec. Cibeunying Kaler, Kota Bandung.

Dalam penggerebekan tersebut, polisi mengamankan 13 orang terdiri dari seorang penanggung jawab bernama Eko dan 12 karyawan. “Operasi penangkapan itu dilakukan langsung oleh tim dari Mabes Polri. Kami dari polsek hanya mendampingi dan memback-up. Para tersangka dan barang bukti langsung dibawa tim mabes ke Jakarta, “kata Kapolsekta Cibeunying Kaler Komisaris Medi didampingi Kanit Reskrim Ahmad Gunawan, Sabtu siang.

Masih satu rangkaian kegiatan, polisi juga menangkap Fajar di Jln. Majalaya RW 2 Kec. Antapani Kota Bandung. Fajar diduga adalah otak pelaku pemalsuan obat propolis.

Dalam penggerebekan di pabrik propolis itu, polisi menyita sejumlah barang bukti antara lain alat pres untuk tutup botol, kardus dan stiker bertuliskan “Melia Propolis”, serta ribuan botol propolis kosong dan ribuan botol propolis siap edar. Polisi juga mengamankan sejumlah bahan kimia yang digunakan sebagai bahan obat propolis palsu. Satu paket propolis palsu yang berisi 7 botol, dijual dengan harga Rp 150 ribu. Sementara harga pasarannya mencapai Rp 550 ribu.

“Pabrik” propolis palsu itu terletak di tengah perumahan padat penduduk. Lokasinya sekitar 100 meter dari Jln. Katamso. Pabrik itu merupakan bangunan rumah berlantai dua dengan luas tanah sekitar 50 meter persegi. Ketika wartawan mendatangi lokasi, rumah sudah dipasangi garis polisi. Namun dari luar tampak ratusan botol putih kecil serta stiker bertuliskan “Melia Propolis”.

Ketua RT. 3, Sugandi (53), mengaku kecolongan dengan peristiwa itu. “Soalnya kan yang mengontrak itu saya kenal baik orangnya yaitu Een Supendi. Dia dulu warga sini terus waktu menikah, keluar dari sini. Nah, 4 bulan kemarin dia datang ke sini untuk menyewa rumah itu. Dianya sih tinggal di daerah. Ciranjang. Makanya saya kaget waktu ada penggerebekan ini,” ujarnya.

Sepengetahuan Sugandi, rumah itu memang dipakai usaha oleh Een. “Tapi katanya untuk sablon. Hanya anehnya, jarang ada yang datang. Saya juga belum pernah lihat mereka mengeluarkan barang. Mungkin saja ngeluarin barangnya malam hari,” ucapnya. Tetangga sebelah “pabrik” pun tidak hafal jika rumah tersebut menjadi tempat pembuatan propolis palsu.

“Mereka juga jarang bergaul dengan tetangga. Ya paling ketemu kalau ke warung. Sempat curiga juga kok katanya sablonan tapi seperti gak ada yang disablonnya. Atau bau-bau bahan sablon. Gorden rumah pun selalu tertutup. Seperti ingin menutupi sesuatu,” kata Alif yang rumahnya bersebelahan dengan “pabrik” tersebut.

Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com/node/240769

 

propolispalsu

propolis palsu, dikemas ditempat jorok (dekat WC), tidak higienis. Dimasukkan ke botol dengan suntikan manual

 

propolispalsu1

 

para tersangka dalam proses penggrebekan pabrik rumahan propolis palsu oleh BNN Mabes Polri

 

propolispalsu2

Ribuan botol Melia Propolis palsu yang berhasil disita

 

propolispalsu

Sebagian dari barang bukti yg disita dalam penggrebekan

 

propolispalsu4

Tim Reserse Buser dibantu Leader Nasional PT. MSS Bandung di depan barang bukti 1 truk alat dan hasil produksi MeliaPropolis Palsu

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>